Pelindung Alami Ikan Kakatua Ketika Mereka Tertidur yang Berbentuk Seperti Kepompong Transparan

Pelindung Alami Ikan Kakatua Ketika Mereka Tertidur yang Berbentuk Seperti Kepompong Transparan

Tahukah kalian, bahwa ikan yang bernama Ikan Kakatua (Parrot Fish) ini menggunakan lendir dari mulutnya untuk mempertahankan dirinya dari parasit atau lebih dikenal dengan sebutan “Nyamuk Laut” lho. Lendir itu digunakan untuk melindungi diri dari serangan Gnothii isopods, semacam udang penghisap darah atau yang sebelumnya disebut "Nyamuk Laut".
Ilmuwan yang menemukan adaptasi tersebut adalah Alexandra Grutter, seorang ahli biologi kelautan dari University of Queensland, Australia. Ia mengetahuinya setelah melakukan penelitian yang dimulai dengan mengumpulkan sampel ikan kakatua dengan jaring besar berukuran 1,8 meter x 13,7 meter.
Di laboratorium, Grutter meletakkan ikan yang tak memproduksi lendir dan ikan kakatua dalam suatu wadah terpisah. Ia kemudian menaruh si nyamuk laut dalam wadah berisi kedua jenis ikan tersebut dan meninggalkannya selama 4,5 jam. Kemudian, ia membandingkan persentase ikan yang terserang "si nyamuk laut". Hasilnya, sebanyak 95 persen ikan yang tak memproduksi lendir terserang oleh "nyamuk laut". Sementara itu, hanya 10 persen ikan yang memproduksi lendir terserang. Persentase itu membuktikan bahwa lendir benar-benar mampu melindungi ikan kakatua dan membuktikan secara ilmiah tentang fungsi lendir bagi pertahanan ikan kakatua.
"Lendir ini diproduksi sesaat setelah ikan mulai tidur. Lendir dikeluarkan dari mulut ikan dan mengalir ke bagian belakang tubuhnya hingga menutupi seluruh tubuh," kata Grutter menerangkan produksi lendir pada ikan tersebut. Ia mengatakan, lendir ini sangat membantu ikan kakatua agar bisa tidur nyenyak.
Produksi lendir ini memakan 2,5 persen dari energi harian ikan kakatua. "Besarnya energi yang dikerahkan untuk membuat lendir ini mengharuskan ikan kakatua memiliki kelenjar yang cukup besar mendukung kerjanya. Parasit pun juga harus mengerahkan banyak energi untuk bisa menjebol pertahanan ikan ini," urai Grutter. Meski fungsinya telah diketahui, cara kerja lendir itu belum bisa dijelaskan. Masih belum jelas pula apakah lendir merupakan perlindungan fisik atau kimia. "Penelitian di lapangan akan sangat menarik. Namun, penelitian itu juga sangat berisiko karena harus bekerja dalam air dan kegelapan serta mengantisipasi predator seperti hiu," kata Grutter.