Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis
Apa kamu pernah merasa tidak percaya diri? Ngerasa gak berhargan gak guna, gak memberikan yang terbaik Menandingkan diri sendiri dengan orang lain, galau, inscure? Sampai kehilangan arah? Gak tau harus ngapain lagi selain menyalahkan diri sendiri?
Ya. Aku sedang berada di fase itu.
Fase yang menyebalkan.
Dan ternyata, dari semua yang aku rasakan itu ada satu istilah yang menjabarkan semua apa yang aku rasakan.
"Quarter Life Krisis"
Jadi apa Quarter Life krisis itu?
Quarter Life Krisis adalah sebuah fase yang di alami seorang individu, dimana ia mulai merasa ragu, gak percaya diri, insecure(gak yakin) dan pada akhirnya membuat indvidu itu merasa kehilangan arah terhadap masa depannya.
Biasanya mengenai karir, relationship, dan finansial.
Nah, menurut artikel yang aku baca dari Teman Bicara
(Mahasiaa BEM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
Ada beberpa karakteristik yang bisa dijadikan tanda bahawa seseorang/individu itu sedang mengalami masa Quarter Krisis Life.
Diantaranya;
-selalu merasa nggak cukup memberikan yang terbaik entah untuk orang lain maupun diri sendiri
-berkeyakinan bahwa orang lain memang akan selalu lebih baik dari dirinya
-kerap membandingkan diri dengan orang lain atau teman sebayanya
-selalu menanyakan tentang keputusan yang telah ia ambil.
Seperti "bener gak sih pilihan gue?"
"Gue bener gak sih masuk jurusan ini?"
Dll.
-cemas dengan masa depan, ngerasa terjebak sama keadaan yang biasanya susah atau bahkan gak bisa untuk di ubah.
Kek semisal jurusan kuliah yang udah di ambil, keluarga, atau bahkan relationship.
-bingung akan tujuan hidup
Kek "buat apa sih gue hidup?"
"Ah gak guna"
Dan lain lain.
Lalu, tak jarang pada akhirnya orang yang mengalami Quarter Life Krisis ada yang sampai Depresi/frustasi.
Statistik menunjukan 86% orang yang mengalami Quarter Life Krisi berada pada rentan usia 20-30. Perpindahan antara masa kuliah ke masa kerja. Atau bahkan terjadi tanpa pemicu apapun.
86% bukan angka sedikit. Jadi masa ini sudah banyak yang meraskannya. Dan jadi lumrah
(Tapi, aku usia 18 udah sedikit ngerasain ini. Apa gak terlalu muda untuk jadi gila?:v)
Nah untuk kalian, kamu, aku yang sedang berada pada fase itu. Gpp, gak usah ngerasa sendiri.
"Setiap manusia berhak untuk sedih, depresi, kecewa dan marah. Gak. Gak salah. Kita semua punya fasenya, dan gak perlu malu untuk mejadi semenyedihkan itu.
You have right to be your own self, eventhough is the lowest version of you.
Be proud karna tandanya, kamu punya perasaan, dan tuhan sudah sempuran menciptakan kamu"(-valeriepatkar)
Jadi gak papa.
Tapi...
Kalo misalkan Quarter Life Krisis kamu udah parah, udah naik tingkat jadi Depresi. Aku sarain pergi ke psikiater.
Dan satu hal lagi. Jangan asal mendiagnosis bahwa kamu 'depresi' akibat Quarter Life Krisis ini. Cek dulu ke Psikolog.